Ada  samudera terbentang

Di tempat jauh

Manakala diaduk, hanya akan dapati kelam

Kelamku sendiri

Partikelnya adalah muntahan getir

Mengendap tak terhitung lamanya

 

Kelamku menepi

Mengendap,  mengerak, menutup pori

Menggerogoti sonder kasih layaknya cakra

 

Sedu sedanku mengadu

Seirama lara; seterang gelap

Gelap tak terperi; Sesak tanpa tepi

Dan aku hanya mampu terseok

Meraba. Meracau

 

Saat satu cahaya, benderang, menerang

Menyumbul pasti dari rohmu yang haus kelana

Aku dituntun oleh jiwamu  pada ruang katarsis

Atau, kamu lah katarsis itu sendiri?

Bagi citraku yang melintas lalu lesap

 

Sempat, imajiku imajimu bertaut  pada satu  mimbar inti-bumi

Ku sebut berulang, ku panggil lalu

Lalu dan lalu hingga kau berlalu

Tapi tapi tapi

Nyata aku tetap terjebak

Dalam terra incognita

 

 

Remang Jakarta,

11 Mei 2017

 

image : pinterest

Advertisements